5 Risiko yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Kredit HP Online Tanpa DP

5 Risiko yang Perlu Dipertimbangkan Sebelum Kredit HP Online Tanpa DP

Kredit hp online tanpa dp saat ini memang semakin banyak diminati orang. Selain mudah karena prosesnya online, tidak adanya dp juga membuat kantong jadi lebih ringan.

Ada dua jenis kredit hp online tanpa dp yang saat ini populer di pasaran, yaitu yang memerlukan kartu kredit dan yang tidak perlu kartu kredit. Untuk kartu kredit, merchant online yang menyediakan fasilitas ini seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Blbli, dan JD.id, pastinya bekerja sama dengan bank. Sementara, yang tidak perlu kartu kredit, merchant biasanya bermitra dengan perusahaan multifinansial kredibel seperti Kredivo.

Meski mudah dan ringan, bukan berarti tanpa risiko. Terlebih lagi belanja online, kita hanya bisa lihat barang dari gambar dan deskripsi tanpa menyentuh atau melihat aslinya langsung. Maka, agar tidak rugi di kemudian hari, sebelum memutuskan kredit hp tanpa dp online, beberapa risiko berikut perlu kamu pertimbangkan matang-matang.

  1. HP tidak sesuai deskripsi

Kondisi hp baik hp baru atau bekas menjadi hal utama yang perlu diketahui dengan detail sebelum memutuskan kredit hp online tanpa dp. Namun, karena prosesnya online, kita jadi tidak bisa mengecek hp langsung sebelum menyetujui kredit. Banyak orang khawatir saat hp dikirim ke rumah, kondisinya tidak sama dengan yang dijelaskan penjual, ada komponen tidak lengkap, atau bahkan barang tidak datang.

Apalagi kalau hp yang dibeli adalah hp bekas, banyak komponen yang harus dicek dan dites sebelum memutuskan kredit. Berbeda dengan hp baru yang masih terjamin. Untuk mengatasi hal ini sebenarnya ada beberapa solusi yang bisa dilakukan, mulai dari bertanya dengan detail pada penjual, memilih merchant online yang punya jaminan pengembalian barang dan pembatalan kredit, hingga meminta garansi pada penjual apabila barang tidak sesuai dengan deskripsi.

Sebelum kredit, pastikan kamu memilih merchant online yang kredibel dan terpercaya, mengecek ulasan dan rating dari seller hp, serta memilih fasilitas kredit online yang aman dan diawasi institusi resmi seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Salah satunya adalah Kredivo. Klik di sini untuk mengakses situs resmi Kredivo.

Menariknya, selain bermitra dengan merchant online seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Shopee, dan lainnya, Kreduvo juga bermitra dengan merchant offline seperti Sentra Ponsel, Oppo, dan Toko PDA. Kalau kamu masih khawatir perihal kredit di merchant online, kamu cukup daftar online akun Kredivo saja, lalu datang ke salah satu dari merchant offline tersebut. Kemudian, kamu bisa langsung kredit hp yang kamu inginkan, selama plafon kredit di akun Kredivomu masih sesuai bujet. Di kasir-kasir merchant offline tersebut tersedia mesin EDC yang bisa digunakan untuk bayar via Kredivo.

  1. Suku bunga dan biaya tambahan lainnya           

Sebelum mengambil kredit hp online tanpa dp, kamu perlu mengetahui simulasi kredit atau cicilan dengan jelas pada merchant online dan penyedia kredit. Kredivo adalah salah satu penyedia fasilitas kredit instan online yang memberikan simulasi cicilan secara transparan di awal sebelum kamu menyetujui proses kredit.

Pastikan bahwa suku bunga yang diberikan penyedia kredit merupakan suku bunga tetap yang tidak akan berubah-ubah. Kamu juga perlu mencatat perihal biaya tambahan apa saja yang perlu dikeluarkan selama kredit mulai dari biaya admin hingga biaya denda jika kamu telat bayar cicilan. Hal ini akan meminimalisasi risiko munculnya biaya-biaya tambahan “hantu” yang muncul saat cicilan berjalan.

Dengan pilihan tenor 3, 6, dan 12 bulan, Kredivo memberikan suku bunga tetap untuk kredit barang apa pun sebesar 2,95% per bulan. Tidak ada biaya tambahan apa pun kalau kamu kredit hp online tanpa dp dengan Kredivo. Kalau telat bayar, kamu hanya akan dikenakan biaya keterlambatan bayar sebesar 3%.

  1. Kondisi finansial

Risiko lain yang perlu dipertimbangkan sebelum kredit hp online tanpa dp adalah kesiapan dan kestabilan kondisi finansial selama tenor cicilan berlangsung. Sebab, tanpa adanya dp, otomatis cicilan per bulan dari hp yang kamu beli akan jadi lebih besar. Belum lagi ditambah jumlah suku bunga yang harus dibayar per bulannya.

Kalau kondisi finansial belum stabil dan belum memungkinkan untuk mencicil secara rutin per bulan dalam jumlah besar, sebaiknya tunda dulu untuk ambil kredit hp online tanpa dp. Sebab jika dipaksakan, kamu bisa terjebak kredit macet nantinya. Selain akan menambah beban utang karena harus bayar denda, skor kreditmu juga bisa jadi buruk.

Selain adanya penghasilan rutin per bulan, kamu bisa mengecek kesehatan kondisi finansial berdasarkan jumlah utang yang kamu punya saat ini. Apabila total utang sudah 30% total penghasilan atau lebih, maka kondisi keuanganmu sudah tidak sehat.

  1. Klaim garansi

Ada beberapa tipe garansi hp yang berlaku di pasaran, mulai dari garansi resmi dari vendor, garansi distributor, hinga garansi toko. Sebelum kredit online hp tanpa dp, kamu perlu tahu jenis garansi yang diberikan oleh seller.

Kalau kreditnya online, usahakan untuk memilih smartphone yang punya garansi vendor atau distributor. Sehingga apabila terjadi kerusakan pada smartphone, kamu bisa klaim garansi langsung ke service center resmi dari vendor atau distributor di berbagai wilayah. Dua jenis garansi ini merupakan garansi yang paling aman dan terjamin. Hindari smartphone yang tipe garansinya adalah garansi toko. Kamu akan kesulitan nantinya kalau harus datang ke toko online tersebut demi klaim garansi.

  1. Kebijakan retur atau pembatalan kredit

Untuk menghindari risiko barang tidak sesuai pesanan, sebelum menyetujui kredit, kamu perlu membaca syarat dan ketentuan dari merchant online perihal kebijakan retur atau pembatalan kredit. Baca poin-poinnya dengan detail, lalu konfirmasikan kepada penjual. Dengan menggunakan Kredivo sebagai metode pembayaran saat kredit HP online tanpa DP, kamu bisa mengecek kelengkapan dan kualitas barang terlebih dahulu sebelum membayarnya, jika sesuai, kamu tinggal bayar dalam tempo waktu yang telah ditentukan sebelumnya. Sementara jika tidak sesuai atau ada cacat pada barang, kamu bisa langsung mengembalikan atau menukarnya kepada penjual atau merchant sesuai dengan kebijakan yang berlaku, tanpa perlu mengeluarkan uang sepeser pun.

Sebab biasanya, ada juga seller atau penjual di merchant online yang belum paham terkait kebijakan retur merchant. Beberapa seller di merchant online ada juga yang punya kebijakan sendiri perihal penukaran atau pengembalian barang. Hal ini biasanya berkaitan dengan kesediaan atau stok barang yang dipunya seller. Dengan membuat kesepakatan yang jelas dengan seller, kamu bisa dengan mudah mengembalikan barang, menukar barang, atau bahkan membatalkan kredit, tanpa ada kesalahpahaman nantinya.