Mekanisme Reksadana Saham

Mekanisme Reksadana Saham

Reksadana adalah salah satu instrumen investasi yang cukup digemari di Indonesia. Jika ada orang yang awam tentang saham atau obligasi, dengan reksadana Anda tidak perlu lagi ribet memikirkan bagaimana mengelola uang karena investasi sudah dikelola oleh manajer investasi yang tentu berpengalaman. Ada beberapa jenis reksadana yang ada di Indonesia, reksadana saham, pasar uang, pendapatan tetap dan campuran. Dari keseluruh jenis reksadana tersebut, yang paling menguntungkan adalah reksadana saham.

Walaupun tugas Anda hanya menyerahkan sejumlah uang dan memantau pergerakan dana investasi, Anda juga harus tetap mengetahui bagaimana sebenarnya mekanisme reksadana saham. Sekarang kita akan membahas bagaimana sebenarnya mekanisme reksadana saham ini.

Ketentuan Pembelian Saham di Reksadana Saham

Pertama kita akan belajar bagaimana ketentuan pembelian saham di reksadana saham oleh manajer investasi. Setiap investasi yang dilakukan oleh manajer saham, termasuk jual beli saham ini harus dilakukan pada saham perusahaan Berbadan Hukum Indonesia di Bursa Efek di Indonesia atau bursa efek luar negeri. Jadi manajer investasi ini tidak bisa sembarangan membeli atau menjual saham. Selain itu Otoritas Jasa Keuangan (OJK) ini membatasi pembelian 1 saham maksimal 10% dari nilai aset reksadana.

Komposisi Investasi

Ini yang harus Anda cermati. Manajer investasi tidak akan menginvestasikan dana investasi Anda ke dalam instrumen saham. Komposisi yang diatur adalah 80% untuk saham dan 20% uang tunai. Tujuannya adalah jika sewaktu-waktu Anda sebagai pemodal ingin mencairkan dana, maka pencairan dana tidak akan memakan waktu yang lama.

Apa itu Reksadana

Return dan Risiko Reksadana Saham

Bukan rahasia lagi bahwa reksadana saham adalah reksadana dengan return atau keuntungan yang sangat besar. Majalah Investor pada bulan 2014 kemarin menuliskan bahwa minimal setiap perusahaan reksadana ini mempunyai keuntungan minimal 20% setiap tahunnya. Tetapi rumus dari investasi adalah high return high risk. Masih dalam sumber yang sama, risiko tahunan dari reksadana saham bisa mencapai 24%. Jadi bisa dibilang, reksadana saham ini tidak cocok untuk Anda yang menginginkan investasi dalam waktu yang singkat. Karena investasi di reksadana saham ini minimal 10 tahun.

Kenapa reksadana saham ini termasuk investasi jangka panjang? Di Indonesia pergolakan saham memang naik turun, bahkan ada di tahun tertentu harga saham bisa sangat anjlok seperti tahun 1998 dan tahun 2008. Jadi Anda tidak bisa mengharapkan akan mendapatkan keuntungan sangat tinggi di tahun pertama atau bahkan tahun kedua, ketiga dan seterusnya. Anda harus bersabar dan terus berkonsultasi dengan manajer investasi, dimana Anda harus mengambil uang atau menambah nilai investasinya.

Bahkan ada yang mengatakan untuk ikut ke dalam reksadana saham, Anda harus mempunyai tujuan investasi keuangan minimal 10 tahun atau paling tidak 15 tahun lagi. Jika Anda menginginkan investasi dengan bertujuan 5 tahun lagi, Anda tidak cocok untuk ikut reksadana saham.

Kinerja 5 Tahun Sekali

Ada pola yang pasti muncul pada reksadana saham, apalagi jika Anda adalah pemain baru. Anda jangan terlena karena perusahaan reksadana Anda ini mendapatkan keuntungan yang cukup besar di tahun pertama. Bisa saja itu terjadi karena faktor keberuntungan. Jadi Anda harus melihat kinerja perusahaan reksadana Anda 5 tahun sekali. Mintalah statistik selama 5 tahun terakhir, apakah tren-nya baik atau buruk.

Tidak semua perusahaan reksadana saham yang mendapatkan keuntungan tinggi adalah perusahaan bagus. Anda harus juga melihat apakah manajer investasi ini agresif, faktor keberuntungan atau memang kondisi market sedang bagus. Walaupun investasi Anda sudah diurus oleh manajer investasi, Anda harus tahu bagaimana kondisi market yang sesungguhanya.

Kesimpulan

Apapun instrumen investasi yang akan Anda pilih, Anda harus sesuaikan dengan tujuan keuangan Anda. Apakah Anda ingin mendapatkan keuntungan dalam jangka pendek atau jangka panjang. Jika memang kondisi keuangan Anda memungkinkan untuk mendapatkan keuangan dalam jangka panjang, reksadana saham adalah solusi yang sangat tepat.

Untuk reksadana saham yang berpengalaman, Anda bisa melihat Reksadana Saham dari DBS Bank yang mempunyai manajer investasi terkemuka di Indonesia.